Jumat, 06 November 2015

                               
                              EveryDay Is Beautiful
                                             Karya : Ashadelfath Abdul Haris

EDISI 3

                                                       Everyday Is Beautiful

Hari ini , Minggu . ayah Aina libur . inilah waktu yang tepat buat Aina untuk lebih dekat dengan ayah . dia pun meminta ayah untuk pergi ke Dufan bersamanya . dia ingin menonton Film 4D disana.
    " Ayah , kita pergi ke Dufan yuk! kita nonton 4D, " pinta Aina.
    " Ayo , mau berangkat kapan?" tanya Pak Samad ( ayah Aina ).
    " Sekarang dong," Jawab Aina.
Aina , Ibu & Ayah langsung bersiap - siap . Aina memakai baju lengan panjang bermotif bunga dan kerudung bermotif sama , sedangkan ayah memakai kaos putih dan celana panjang abu-abu . mereka berangkat dengan mobil sedan abu-abu.
NIITNIIIT.....! Tiba-tiba , Handphone ayah berbunyi . rupanya , itu telepon dari bosnya tentang proyek yang dikerjakan oleh ayah.
Ihh , Ayah! hari libur  asih aja ngomongin pekerjaan , Ucap Aina dalam batin. Aina jadi merasa kesal karna ayah terus saja membicarakan urusan kantor di sepanjang jalan.
    " Aina , kok cemberut terus , Sih? " tanya Ibu Hamidah ( ibu Aina ).
sementara itu , ayah masih saja berbicara dengan bosnya di telepon meskipun mereka telah berada di Dufan. Aina jadi berpikir bahwa ayah lebih mementingkan pekerjaan dari pada anaknya sendiri.
Akhirnya........
    " Ayah , sebenarnya kita mau jalan-jalan atau ngurusin pekerjaan sih? " tanya Aina kesal
    " Aina , kok ngomongnya gitu? " kata pak Samad
    " Astagfirullah.......maaf ya ayah," kata Aina.
Pak Samad terdiam . beliau berpikir tentang kesalahan yang mungkin diperbuatnya sehingga Aina berbicara seperti itu kepadanya . mereka pun berjalan ke arah Gelanggang Samudra untuk menonton Film 4D.

Sesampainya dirumah , Pak Samad langsung menghampiri Aina......
    " Aina , kenapa kamu tadi bicara begitu kepada Ayah? " tanya pak Samad.
    " Maaf ayah . Aina keceplosan," jawab Aina
    " seharusnya , ayah yang minta maaf ," keluh Pak Samad
    " tidak , ayah . seharusnya Aina yang minta maaf ," Keluh Aina lagi
mereka pun sama-sama meminta maaf . Pak Samad menyadari bahwa perhatiannya pada Aina memang kurang. selama ini , beliau hanya memperhatikan pekerjaannya saja. sementara itu , Aina bernyanyi untuk Ayah , lagu yang berjudul Papa .
    " Ayah , aku punya lagu buat ayah . dengerin ya! " Pinta Aina
    " Satu , Dua , Tiga! " kata ayah
    " Udah , aku aja yang menghitung," Pinta Aina
Pak Samad meneteskan air mata mendengar suara Aina yang begitu merdu . dia pun memeluk putrinya itu dengan erat . Ayah & Anak itu sama-sama berurai air mata.

Keesokan harinya , karna para guru mengadakan rapat , Aina pun libur. Pak Samad berniat untuk mengajak Aina makan bersama di Restoran Salad Bread. Aina yang sudah bangun dari pukul setengah lima subuh , langsung mandi & memakai baju hijau . dia senang karna ayah mengajaknya Sarapan di Salad Bread , restoran langganan mereka.
Aina memesan Cokelat hangat & roti lapis isi sayuran , sedangkan ayah memesan kopi hangat & salad. mereka pun makan dengan lahapnya. setelah itu , mereka pergi ke TimeZone di Mall Lippo Cikarang . di Sana , mereka memainkan semua permainan yang ada . hari itu , bener-bener menjadi harinya Ayah dan Aina.
Setelah puas dengan semua permainan di TimeZone , mereka pergi ke panti asuhan untuk menyumbangkan rezeki yang sudah mereka dapatkan selama ini . di sana , Aina menyanyikan sebuah lagu dari Fergie yang berjudul Big Girls Don't Cry.......

Suara Aina yang merdu membuat hati anak-anak panti asuhan senang , bahkan mampu menghapus semua kesedihan tentang keluarga mereka . Aina merasa bahagia melihat anak-anak itu tersenyum lebar menikmati suaranya.
Ternyata , di panti Asuhan itu sedang ada Produser yang selalu mencari penyanyi cilik berbakat. setelah mendengar suara Aina , Produser itu berniat  mengorbitkan Aina sebagai penyanyi cilik.
    " Nama Adik siapa? " tanya Produser tersebut
    " Nama saya Aina," jawab Aina
    " Adik mau jadi penyanyi , tidak? " tanya produser itu lagi . Aina bertanya kepada Ayah dan ayah membolehkannya.
    " Boleh , saya Mau," jawab Aina kepada Produser tersebut. 
    " Ini Kartu Nama saya. minggu depan, pukul sepuluh pagi , adik datang ke tempat ini ya! "
pinta produser tersebut.
    " baik , pak," jawab Aina. hati Aina berbunga-bunga membayangkan suaranya bisa didengar diseluruh Indonesia.

Sesampainya dirumah.......
    " Ibu.....! Ibu.....! " Teriak Aina.
    " ada apa , Aina? " tanya ibu Hamidah.
    " Aina ditawarin Produser untuk jadi penyanyi cilik . minggu depan , Aina harus datang ke tempat ini pukul sepuluh pagi," jawab Aina sambil memberikan kartu nama produser itu kepada ibu. Ibu kaget juga mendengar berita tersebut. dia langsung memeluk Aina & menangis haru.
    " berarti , ibu mengizinkan Aina menjadi penyanyi cilik , dong," tanya Aina.
    " Iya , ibu mengizinkan . tapi kamu tidak boleh meninggalkan pelajaran kamu . harus seimbang mengatur waktu! " kata ibu Hamidah mengingatkan.
    " Sip , deh," Jawab Aina.
    " Ya sudah , sekarang kamu Sholat Ashar dulu," perintah Ibu Hamidah.
    " Jalan-jalan , kok sampai sore begini . Waktu Shalat Ashar hampir Habis." 
    " Iya , Iya Maaf bu.." kata Aina

Malam Itu , Setelah mengerjakan Shalat Isya , Aina pun beranjak ke pembaringan untuk tidur. 
    " Ya Allah....terima kasih atas semua yang Engkau berikan untuk hari ini . mudah-mudahan , besok lebih baik daripada hari ini , Amin, " Ucap Aina dalam Do'anya.


BERSAMBUNG.............!!


tunggu lanjutan kisah hidup Aina Minggu depan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar